Profil Kabupaten Donggala
Jumat, 29 Januari 2010

Wilayah Donggala merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah yang beribukota di Banawa, secara geografis terletak di 0°30 LU dan 2°20 LS, serta antara 119°45 -121°45 BT, daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Tolitoli di utara, Provinsi Sulawesi Barat di selatan, Selat Makasar di barat, Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Marigi moutong di timur.
Secara klimatologis, Kabupaten Donggala memiliki kisaran suhu antara 20 sampai 25o C pada malam hari dan 34 sampai 37o C pada siang hari dengan kelembaban rata – rata 64 sampai 85%, dengan curah hujan rata – rata tahunan berkisar 1.500 sampai 3.000 mm/tahun kecuali wilayah yang masuk dalam Lembah Palu hanya mencapai 600 sampai 800 mm/tahun.
Kondisi geologis Donggala berupa tektonik dari batugamping, terdapat di sekitar Donggala. Bentuk wilayah berombak dan bergelombang cukup tertoreh. Sebagian besar telah diusahakan untuk pertanian lahan kering, berupa kebun kelapa dan kebun campuran. Perbukitan tektonik mempunyai penyebaran paling luas, terbentuk dari bahan induk serpih, konglomerat dan skis mika. Bentuk wilayah berbukit sangat tertoreh dan lereng cukup curam. Pegunungan tektonik penyebarannya di sebelah barat dan timur.
Secara administratif, daerah ini terbagi menjadi 13 Kecamatan diantaranya Banawa Selatan, Banawa Tengah, Banawa, Labuan, Sindue, Sindue Tombusabura, Sindue Tobata, Sirenja, Balaesang, Balaesang Tanjung, 8 Damsol, Sojol, dan Sojol Utara .
jumlah desa, kelurahan dan upt per kecamatan sebagai berikut; Banawa 5 Desa 9 kelurahan, Banawa Selatan 12 desa, Banawa Tengah 7 desa, Labuan 6 desa, Tanantovea 8 desa, Sindue 12 desa, Sindue Tombusabura 5 desa, Sindue Tobata 5 desa, Sirenja 12 desa, Balaesang 12 desa, Balaesang Tanjung 12 desa, Damsol 12 desa 1 upt, Sojol 9 desa, Sojol Utara 4 desa.
Sementara komposisi jumlah penduduk perkecamatan adalah; Banawa Selatan laki-laki 10989 jiwa perempuan 10012 jiwa, Banawa Tengah laki-laki 5117 perempuan 4990, Labuan laki-laki 6438 perempuan 6402 ,Tanantovea laki-laki 7644 perempuan 7739, Sindue laki-laki 9485 perempuan 9745, Sindue Tombusabura laki-laki 5543 perempuan 5457, Sindue Tobata laki-laki 4917 perempuan 4819 ,Sirenja laki-laki 9566 perempuan 9193,Kec Balaesang dan Balaesang Tanjung laki-laki 17191 perempuan 15645,Damsol laki-laki 15119 perempuan 14897, Sojol laki-laki 13318 perempuan 13250, Sojol Utara laki-laki 4802 perempuan 4837.
Daerah ini mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan antara lain disektor pertanian dengan komoditi yang dihasilkan berupa kakao, kelapa dalam, kopi robusta, cengkeh, lada, jambu mete, dan cengkeh. Untuk kegiatan pertanian didaerah ini, hasil pertanian yang utama berupa bahan tanaman pangan berupa padi, tanaman holtikultura, dan palawija.Tanamanan bahan pangan tentunya dengan padi sebagai primadona di samping jagung, kacang-kacangan dan umbi-umbian menjadi ujung tombak kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Dulu Donggala dikenal sebagai kota pelabuhan dan perdangangan, laulintas barang dan jasa hanya bisa berlangsung melalui pelabuhan Donggala di kecamatan Banawa, dari waktu ke waktu kegiatan ekonomi terutama perdagangan dan pemerintahan kenyataannya lebih tersedot di Kota Palu, bekas ibukota kabupaten yang kini masih berstatus ibu kota Provinsi, walaupun masih berfungsi pelabuhan barang, Pelabuhan Donggala kalah ramai dibanding Pelabuhan Pantolan di Palu. (disarikan dari berbagai informasi statistik kabupaten donggala).





0 komentar:
Poskan Komentar