Wisata Sejarah di Lembah Bada , Napu dan Besoa

Sabtu, 16 Januari 2010

Salah satu objek wisata yang sangat menarik di Sulawesi tengah adalah megalith yang terdapat di lembah Napu, Bada dan Besoa. Di daerah yang termasuk kawasan lore lindu ini, banyak terdapat benda purbakala yang diperkirakan merupakan peninggalan masa prasejarah Austronesia. Patung Megalith ini adalah benda prasejarah yang langka di dunia karena hanya terdapat di Napu, Besoa, Bada dan di Amerika Latin (marquies Island).
Keberadaan megalit yang berupa patung dan kalamba ini sangat menarik wisatawan dan peneliti asing, selain menyimpan misteri keberadaan batuan megalith ini, dari salah satu penelitian yang dilakukan dengan mengidentifikasi carbon dating menunjukkan umur minimal benda-benda ini adalah 1500-3000 tahun yang lalu.
Namun dalam catatan kruytt, sebelum kedatangan belanda tahun 1908 di lore, masih berlaku orang membuat kubur dari batu. Dan masih ada tempat pembuatan kalamba untuk penguburan. Jadi pemuatan benda-benda ini berasal dari berbagai masa, dimana diantaranya ada yang berasal dari masa yang dekat ratusan tahun saja atau megalit muda.
Jarak Lembah dari kota Poso kurang lebih 145 Km yang dapat ditempuh dengan kendaraan berpenggerak empat roda, atau bisa juga dari kabupaten sigi dengan jarak kurang lebih sama dengan menggunakan angkutan umum disambung perjalanan dengan ojek sepeda motor. Dari lembah Bada perjalanan dapat dilajutkan dengan berjalan kaki (trekking) ke Besoa dan Napu.
Dalam perjalanan menuju lokasi ini kita akan disuguhi panorama alam yang sangat indah, rute barat dari Sigi akan menyusuri sungai lariang yang kerap dijadikan lokasi arung jeram (rafting) oleh para pencinta olahraga arus deras. Keindahan hutan tropis lore lindu yang dihuni oleh Flora dan Fauna yang unik akan menghapus kelelahan selama dalam perjalanan.
Benda-benda berupa patung , belanga besar dari batu, lumpang batu dan batu berukir lainnya ini memang memuat banyak misteri, di duga keberadaan patung-patung ini berkaitan dengan masa kejayaan Suku Napu, Besoa dan Bada pada zaman dahulu kala. Beberapa literature menyebutkan bahwa nenek moyang orang Indonesia berasal dari daratan cina selatan yang bermigrasi dengan perahu ke arah selatan ribuan tahun yang lalu. Para pengembara ini masuk dalam rumpun ras austronesia yang menyebar dari madagaskar sampai pasifik. Pada saat itu gelombang kedua orang austronesia datang ke sulawesi dengan membawa kebudayaan zaman besi. Dengan alat-alat dari besi ini mereka bisa membuat berbagai model peningglalan dari batu atau dikenal dengan Megalith.
Berdasarkan penelitian inventarisasi batuan megalith yang dilakukan oleh Mahasiswa Pencinta Alam (mapala) Sagarmatha Fakultas pertanian tahun 1994. Di sekitar kawasan taman nasional lore lindu terdapat 300-an lebih situs megalith ini. Akan tetapi sayang sekali banyak situs-situs tersebut yang telah diselundupkan keluar daerah dan diperdagangkan. Bahkan harian Kompas pernah memberitakan penyelundupan dan perdagangan benda-benda bersejarah ini.

29 komentar:

Zahra Lathifa mengatakan...

iya betul, padahal kita mengenal peradaban karena adanya sejarah..
thanks yach udah mampir, aku follow balik..

Abula45 mengatakan...

Selamat siang menjelang sore,
Selamat hari Selasa menjelang Rabu,
Semoga tetap semangat dalam berkarya dan sukses selalu,

Salam Hangat,
AbulaMedia.com

Lina mengatakan...

wah...miris memang, kalau kita sampai kehilangan situs-situs sejarah. perlu sebuah kepedulian...
salam kenal...

elpa mengatakan...

sangat di sayangkan klo peninggalan sejarah bnyk d selundupkan,itukan sebagai bukti adanya peradaban,moga adanya blog ini yg mengupas tntng sejarah pastinya orang tergugah untuk menjaga nya

angger prasetyo mengatakan...

selamat sinag sahabatku,kita jalin persahabatan dikalangan blogger,salam kenal yach....

aan mengatakan...

kalo benda2 itu punah, maka tak ada lagi peradaban,,bangsa yg ngga pnya peradaban menjadi bangsa yang tertinggal..tugas kita untuk menjaganya,

VAN MOVIC mengatakan...

wah kayaknya keren tuh tempatnya...

LINGKAR CINCIN mengatakan...

KEREN. KIRA2 ANAK2 BUMI LASINRANG KAPAN YAH KE SANA..............

rumah-blogger.com mengatakan...

kapan ya saya kesana???

sabirinnet.com mengatakan...

kalau ada tiket lebih, kasih saya ya, hehehee sukses ya mas

KangBoed mengatakan...

:lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

KangBoed mengatakan...

mas boleh usul.. gimana kalau urlnya di buka biar gampang komentarnya

::abi:: mengatakan...

apakah dr kota palu lembah napu lbh mudah dikases dr utara (palolo) atau justru lewat selatan (bada & besoa)? saya awam dgn situasi sulteng. terima kasih.

admin mengatakan...

Abi>>> untuk menuju ke Napu Lebih mudah diakses adari kota Palu, akses tranportasi lebih lancar dan lebih cepat, rute yg diatas bila kita melakukan perjalanan berkeliling ke semua lokasi megalith tersebut.

admin mengatakan...

abi>> rutenya tercepat dan termudah Palu>palolo>napu

::abi:: mengatakan...

ok terima kasih. apakah bila menggunakan mobil, lokasi megalith masih harus ditempuh dgn trekking atau situs berada agak di tepi jalan?

admin mengatakan...

Abi>>> beberapa diantaranya masih dpt diakses dengan kendaraan roda dua selebihnya harus treking tp jaraknya tdk seberapa jaug dari desa-desa terdekat.....bila ada keinginan dan kesempatan berkunjung sy siap menemani..

::abi:: mengatakan...

sip, terima kasih banyak sebelumnya.

APATEES MAKASSAR mengatakan...

Mantaf infonya, baru tau ane klo diindonesia ada megalith juga apalagi sulawesi....kampongku kasi'na....kkirain di luar negri doang :D

nice info gan...sumanga'

Risaon mengatakan...

Kayaknya Napu ada hubungannya dengan Toraja banyak sekali mempunyai peninggalan megalitik. Ada hubungan Toraja sekarang (Toraja Sa'dan = Toraja Selatan) istilah Kruytt (peneliti pertama yg meneliti suku di sulawesi. Dia menyatakan Napu (To Napu =orang Napu) masuk kategori suku bangsa Toraja (tidak hanya Toraja sekarang). Saya juga punya literatur (asal Belanda) menunjukkan ada salah satu nenek moyang bernama Bongga To Napu(=orang napu)cucu manaek (salah satu nenek moyang Toraja) menikah dengan Puang Ri Tagari yg melahirkan keturunan2 yg tinggal di Kesu'(Toraja), Seko, Luwu, Mamasa (sulbar)

Anonim mengatakan...

salam kenal saya anak jati bada'' to bada topolilo'' kt anak2 bada mesti bangga dgn apa yg kt ada, yg paling penting kt jaga peninggalan leluhur kt. Salam dr malaysia

Anonim mengatakan...

''tampo bada wanuaku. katebubuana waheku. tiara ina kukalolia butu butu i ka' pateangku'' bada memang best.

Anonim mengatakan...

mana respon anak2 bada yg skrg tenga belajar d palu, kt ble kenal2 d sini u lebih merapatkan kekeluargaan, spya sy tdk merasa kesepian d negri org

putra lowa mengatakan...

salah alamat tu foto.a,, masa foto patung yg di bada yg di bahas mala beoa-napu...!!

eet mengatakan...

putra lowa sebaiknya anda baca dulu artikelnya, disini khan membahas secara umum baik yang di bada, napu maupun besoa

Anonim mengatakan...

perlu lestarikan budaya kita jangan sampai budayaa kita hilang dan di lupakan, jangan biarkan anak cucu kita tidak merasakn kekeyaan budaya kita sendiri

ritasan mengatakan...

halo, salam kenal. mau tanya, berapa jam jarak tempuh dari palu ke lembah besoa dan lebih menarik mana, megalith di lembah napu atau lembah besoa? makasih

ritasan mengatakan...

halo, salam kenal. mau tanya, berapa jam jarak tempuh dari palu ke lembah besoa dan lebih menarik mana, megalith di lembah napu atau lembah besoa? makasih

Dedi hermanto mengatakan...

Saya udah pernah kesana... top marko top pokoke

Poskan Komentar

Powered by Blogger